‘JANGAN’ Berbukalah dengan yang Manis

Salah satu tanda datangnya bulan puasa untuk orang awam adalah dengan bermunculannya berbagai iklan sirup di TV-TV. Tentu dengan slogan “Berbukalah dengan yang manis”. Sebenarnya bukan cuman iklan sirup doang sih, ada juga teh, dan beberapa minuman segar lainnya. Walaupun mereka punya slogan tersendiri di luar bulan puasa.

 

Saya tersadarkan ketika suatu sore, saya melihat iklan sirup di TV dan tanpa sengaja melihat timeline @ForanzaSillnova di twitter dengan tweet seperti ini

Ternyata dari dulu, Rasulullah saw. tidak pernah menganjurkan kita untuk berbuka dengan yang manis-manis.”

Langsung mata saya terbelalak.

Berarti selama ini, 18 tahun saya hidup, saya percaya-percaya saja sama slogan sebuah iklan. Menelannya mentah-mentah. Dan menerima apa adanya.

Memang saya belum mengetahui hal ini. kasian banget ya :(*nangis di pojokan

 

Rupanya, kalimat “berbukalah dengan yang manis” itu adalah kesimpulan/penafsiran yang bersifat simplifikasi dari kurma. Karena kurma pada umumnya berasa manis, lalu dimaknai keliru bahwa anjuran Rasul adalah berbuka dengan yang manis. *angguk2

 

Ok, mari kita dengar, simak, dan pahami pemaparan dari admin @ForanzaSillnova. Cekidooot !!

 

Pada kali ini mimin akan membahas tentang sebuah kesalahan kaprah masyarakat kita tentang anjuran berbuka puasa dengan yang manis-manis

Ternyata dari dulu, Rasulullah saw. tidak pernah menganjurkan kita untuk berbuka dengan yang manis-manis.

Dari Anas bin Malik ia berkata : “Adalah Rasulullah berbuka dengan Rutab (kurma yang lembek) sebelum shalat,…

jika tidak terdapat Rutab, maka beliau berbuka dengan Tamr (kurma kering), maka jika tidak ada kurma kering beliau meneguk air.

Rasulullah juga bersabda”Apabila berbuka salah satu kamu, makahendaklah berbuka dengan kurma…

 

Andaikan kamu tidak memperolehnya, maka berbukalah dengan air, maka sesungguhnya air itu suci.”

Dari kedua hadist tersebut, kita mengetahui bahwa Rasulullah tidak menganjurkan kita untuk berbuka yang manis-manis

Yang dianjurkan Rasulullah adalah untuk berbuka dengan kurma atau berbuka dengan air putih

Tapi kan kurma rasanya manis? Samakah kurma dengan `yang manis-manis?

Tidak. Kurma, adalah karbohidrat kompleks (complex carbohydrate) . Sebaliknya, gula yang terdapat dalam makanan atau minuman ..

yang manis-manis yang biasa kita konsumsi sebagai makanan berbuka puasa, adalah karbohidrat sederhana (simple carbohydrate)

Nah, karena itu memang benar kalau ketika kita berbuka kita tidak dianjurkan berbuka dengan yang manis-manis

Justru berbuka dengan yang manis-manis itu dapat merusak kesehatan tubuh kita.

Kenapa berbuka puasa dengan yang manis justru merusak kesehatan? Ketika berpuasa, kadar gula darah…

kita menurun. Kurma, sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah, adalah karbohidrat kompleks, bukan gula (karbohidrat sederhana)..

Karbohidrat kompleks, untuk menjadi glikogen, perlu diproses sehingga makan waktu. Sebaliknya, kalau makan yang manis-manis..

kadar gula darah akan melonjak naik, langsung.Sedangkan kalau karbohidrat kompleks seperti kurma asli, naiknya pelan-pelan.

Jadi ternyata berbuka puasa dengan yang manis-manis tidak pernah dianjurkan oleh Rasulullah dan merusak kesehatan

Sekian,mimin menemani waktu ngabuburit kalian.. Semoga bahasan kali ini bisa bermanfaat.

 

—SELESAI—

 

Itu tadi penjelasan mengapa kita tidak boleh berbuka dengan yang MANIS.

Thanks buat kaka2 dari @ForanzaSillnova .

Saya sempat geleng2 juga loh haha

 

Semoga bermanfaat

dan selamat menjalankan ibadah puasa….

What's on your mind?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s