Untuk kalian yang jatuh cinta

Tidak terasa, sekarang saya sudah mahasiswa. Kalau saya kembali membaca planning yang pernah saya buat saat saya masih duduk di bangku SMA (baca : MAN), saya merasa sangat perfect terlalu idealis. Tapi, kalau dipikir-pikir lagi. Manusia kan hanya bisa berencana, apa yang akan terjadi nantinya itulah yang terbaik yang telah dipilihkan oleh Allah ketika pada saat itu ia menyerahkan segalanya kepada Allah.

Ok, sebenarnya mau posting tentang kuliah. Tapi, barusan nemu sesuatu yang menarik untuk saya repost kembali di blog ini hehe. Jadi, postingan tentang kuliah ditunda dulu sampai mood jalan-jalan ke blog bangkit lagi.

Yaap, sesuai judul “Untuk kalian yang jatuh cinta”

mari dilihat tulisan dari mbak dhira. So, inspiring buat kalian yang cintanya bertepuk sama angin ^^v

 

——————————————————————————————

Pernah jatuh cinta?
Gue pernah.

Jatuh cinta itu menurut gue sesuatu yang dulu ketika gue lagi ga suka sama siapa-siapa, selalu pengen gue rasain lagi gimana rasanya.
Tetapi pas di kasih sama Allah untuk ngerasainnya, gue jadi cemen dan memilih untuk menghindar.

Buat gue yang ga mau pacaran, ketika gue suka sama seseorang adalah suatu cobaan yang cukup berat, karena gue ga bisa sembarangan bilang, “Hey, gue suka sama elo. Mau jadian sama gue ga?”
Jadi yang bisa gue lakukan adalah menahan perasaan ini dalam hati, berusaha mati-matian bersikap biasa aja ketika dia ada, menahan pandangan supaya ga terus-terusan kebablasan ngeliatin seseorang yang belum halal, berulang-ulang istighfar dalam hati untuk mengusir setan yang terus menggonggong keras untuk menggoda gue karena mencium ‘aroma’nya dia di sana sini, “Guk, guk, Dhira dia ada di sana. Guk guk, liat deh dia keren banget hari ini. Guk, guk, ya ampun Dhir..kamu ga mau liat senyumnya dia walau sekilas? Rugi, loh!” Devils are always barking like a hyperactive dog. Baca Ayat Kursi, biar kabur semua. Berisik banget, Masya Allah.



Cobaan berikutnya, ketika mereka ga berhasil ngegoda gue adalah dengan menggoda dengan cara licik, yaitu di hubung-hubungkan dengan agama.”Dhir, denger ga tadi. Dia BACA Al-Qur’an looh. Suaranya bagus ya? Cocok tuh, jadi imam shalat setiap hari. Bayangin COBA!” Berusaha mati-matian buat ga ngebayangin, para syaiton-syaiton ini ga keabisan akal. “Ga usah bayangin kamu pacaran sama dia, bayangin aja klo dia jadi suami kamu. Susah-seneng bareng, ada yang merhatiin kamu, ada yang ngejagain kamu, di rumah nanti ga sendirian. Bayangin coba bayangin. Pasti asik banget kan??”

Parah. Ngebayangin pacaran aja udah dosa. Ini mereka nyuruh gue bayangin dia klo dia jadi suami gue. Ini salah banget. Ini lebih bahaya di bandingkan bayangin klo gue sama dia pacaran. Kalau gue masih nolak ngebayangin, mereka membisikkan sesuatu seolah-olah ngebayangin hal itu adalah suatu hal yang benar dalam agama, “Kan ini bayanginnya nikah sama dia. Boleh dong? Yang ga boleh itu bayangin kamu sama dia pacaran. Pacaran kan dosa, nikah itu justru berpahala kan? Pasti bolehlah bayangin kamu suatu saat nikah sama dia, tinggal serumah sama dia…”

Menurut gue, ini adalah cara licik maha dasyat Iblis dan cucu-cucunya menggoda para manusia yang memutuskan gamau pacaran. Oke, gue ga pacaran. Tapi ngebayangin gue seolah-olah sudah menikah dengan dia sang lelaki idaman adalah suatu hal yang salah total. Gue akuin, gue sering kalah dalam hal godaan yang ini. Tapi, Allah selalu ngingetin gue kalau itu salah. Kata hati gue menolak, terus ngingetin bolak balik, “Dhira itu salah. Istighfar buruan istighfar”

Berakhir di atas sajadah, menangis sejadi-jadinya, mengadu sama Allah. “Setan-setan itu jahat. Ya Allah tolong lindungi aku…”

Godaan lain adalah ketika para setan itu nggak ada henti-hentinya berusaha menghubungkan suatu peristiwa yang sebenernya ga ada hubungannya. Misalnya, “Dhir, itu coba inget-inget lagi deh. Kok bisa ya, ketemuan gitu padahal ga janjian loh. Sering banget kayak gitu. Setiap kamu lagi ga sengaja inget dia, pasti dia tiba-tiba nongol. Pasti ini udah di atur sama Allah sebagai pertanda kalau kamu suatu saat nikah sama dia.”

Realita jatuh cinta adalah semua hal yang terjadi biasa aja terasa menjadi berlebihan dan seolah-olah berhubungan antara gue dan dia.
Realita yang sebenarnya adalah ketika gue ga suka sama dia, hal-hal yang kayak gitu ga berasa ada hubungan apa-apa antara gue dan dia. Semua berjalan biasa aja, ga ada yang perlu di lebay-lebay-in.

Setan itu maha dasyat godaannya. Hati-hati buat yang mutusin gamau pacaran kayak gue.

Hal yang bisa gue lakuin ketika gue udah frustasi karena jatuh gedebak-gedebuk karena cinta adalah terus menerus inget sama Allah, curhat sama Allah. Karena hanya Allahlah yang tahu perasaan sesungguhnya gue itu kayak gimana. Perasaan yang sulit di ceritakan dan diungkapkan dengan detail kepada orang lain.

Nggak jarang, gue selalu masukin nama dia dalam doa gue. Memohon sama Allah, “Kalau memang dia si pangeran itu, jodoh saya, maka dekatkanlah dan segerakan kami menikah dengan  melewati jalan-Mu yang terindah, sesuai cara-Mu yang tak terduga. Tapi kalau memang bukan dia pangeran yang Engkau siapkan untukku, maka tolong jaga aku Ya Allah. Hilangkan perasaan ini pelan-pelan. Karena aku hanya mau memberikan cintaku seutuhnya kepada suamiku nanti. Bukan di bagi-bagi dengan lelaki yang pernah aku suka.”

Jatuh cinta itu cobaan bagi yang belum menikah, khususnya wanita. Karena dia dilamar, bukan melamar hehe. Apalagi kalau pria yang melamar bukanlah pria yang diincar. Makin berat rasanya.

Terlebih kalau cintanya masih menepuk angin, belum bertepuk tangan. Masih cinta satu arah, belum dua arah. Sakit rasanya, capek sekali keliatannya…

Pertanyaan yang sama terus berulang : “Jadi, kapan kita ‘jadian’ karena menyatu oleh ikatan pernikahan?”

Maka, ketika pertanyaan itu seperti tak kunjung ada jawabannya…
Hal yang bisa gue lakuin untuk menghindari dosa adalah cukup dengan mencintai Allah sang pemilik cinta itu sendiri. Berdoa terus, curhat terus sama Sang Pemilik Cinta. Kan katanya, “Bila meminta sesuatu kepada Allah, mintalah dengan keyakinan bahwa doamu akan terkabul…” Allah kan berdasarkan prasangka hambanya. Jadi, sebut aja namanya dalam doa. Kali aja sama Allah di kabulin. Who knows? Allah knows the best, bro! hehe

Jadi, akhirnya gue semakin mantap memutuskan :
Biarlah Allah yang memilihkan jalan…
Biarlah Allah yang menghilangkan perasaan ini pelan-pelan kepada pangeran yang diciptakan bukan untuk gue, tapi untuk wanita lain.

Satu hal yang pasti, gw selalu membayangkan Allah bilang begini ke gw:
“Dhira, pangeranmu yang sudah Ku persiapkan untukmu, pasti datang tepat waktu. Sekarang dia sedang menaiki kuda hitam gagahnya menuju kearahmu. Medan yang Aku persiapkan untuknya memang cukup sulit. Terjal dan berliku. Maka, ketika dia sudah susah payah melewati jalur itu dan sampai di depanmu. Terimalah dia dengan sepenuh hati. Karena dari sekian banyak pangeran yang ada di dunia ini, dialah pangeran terbaik yang Aku siapkan untukmu.”

Jadi, pangeranku pasti datang tepat waktu.
Kalau bukan orang lain, pasti kamu🙂

Hannover, 27 November 2013,
Postingan ini di buat di kamar terpencil kastil apartemen lantai sebelas,
dari sang puteri yang menunggu di jemput oleh sang pangeran pemberani,
Puteri Dhira namanya.

====================================================================================

That’s it!!

Kenapa saya tertarik untuk merepost postingan ini, karena saya teringat akan pengalaman saya saat dahulu kala.

Kala itu, saya juga pernah merasakan bagaimana rasanya cinta bertepuk angin itu. Apalagi saya juga termasuk orang yang tidak setuju dengan yang namanya ‘pacaran’.

Ternyata eh ternyata pangeran yang dulu saya lihat, bukan pangeran untuk saya. Jadi diikhlasin ajalah. Kenapa kita harus bersedih untuk sesuatu yang bukan milik kita?! Yaah, semoga pangeran saya bisa menempuh perjalanan berat dan berliku dari Allah🙂

Jadi, buat kalian para wanita-wanita, pantaskanlah diri Anda terlebih dahulu sebelum bertemu sang pangeran Anda. Karena nggak lucu dong, saat pangeran Anda telah tiba di depan Anda, dia malah nyesel dan betea. Nyesel karena puteri yang ia jemput malah tidak berwawasan dan tidak beretika.

Dan buat kalian para pangeran-pangeran diluar sana, jangan pernah berpikir bahwa pacaran itu sebagai ajang ta’aruf. No way! Kalaupun kalian ingin dekat atau nggak mau si ‘dia’ diambil orang, langsung datengin bapaknya dan LAMAR !!! JGEERRR hehe

What's on your mind?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s