Spirit Booster 2015

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Long time no write here

Selamat bertemu di tahun 2015

Kilas balik, Alhamdulillah banyak yang patut disyukuri selama 2014 silam. Terutama, kita masih diberi kesempatan oleh-Nya untuk memperbaiki diri di tahun ini *feeling blessed

Okay, di awal tahun 2015 ini banyak sekali yang sudah menginspirasi saya untuk terus melakukan yang terbaik di tahun ini. Mulai dari orang yan terdekat hingga orang-orang yang baru saya kenal.

Pertama yaitu dari kakak kelas saya saat di MAN Insan Cendekia Gorontalo. Alhamdulillah, beliau diberi kesempatan untuk melanjutkan studinya di kota Madinah al Munawwarah. Subhanallah yaah.

Okay ini ada salah satu kutipan dari teman beliau (Wayan) yang dapat menginspirasi saya dan barangkali teman-teman juga.

Sahabat, kan ku ceritakan kepada kalian tentang kisah seorang pemuda muslim yang telah berhasil menggapai salah satu cita-citanya. Baru sekitar 3 jam yang lalu ia meninggalkan kami, untuk kembali ke kampung halamannya di Makassar sebelum akhirnya ia merantau ke Madinah untuk melanjutkan kuliahnya disana.
Masih teringat jelas, ketika ia yang hampir setiap pagi membangunkan kami mahasiswa peserta PPSDMS Regional 4 untuk melakukan sholat Tahajud. Masih teringat jelas bagaimana dermawannya ia yang sering berbagi rezeki kepada kami, teringat jelas ketika ia sering sekali memberikan nasehat tuk terus menguatkan rukhiyah kami, teringat jelas ketika ia dengan perhatiannya mau mendengarkan keluh kesah dan berbagi motivasi kepada kami, dan masih banyak lagi kebaikan yang ia tebarkan. Bahkan, tepat sebelum keberangkatan pesawatnya, ia masih sempat untuk berbagi nasehat kepada kami, 2 nasehat yang InsyaAllah tak akan kami lupakan:
1. Jagalah sholatmu, dan
2. Hiasi hari-harimu dengan tilawah Al Qur’an
Dua pesan itu kata beliau merupakan kunci untuk meraih kesuksesan, bukan hanya kunci prestasi-prestasi di dunia bahkan merupakan kunci untuk membuka pintu surganya Allah ta’ala

That’s it

Hal yang saya ingat ketika beliau masih di MAN, beliau yang biasa menjadi kalangan orang pertama yang datang ke masjid ketika menjelang waktu sholat. Panggilan sholat tahajjud yang saya sangat sukai. Bacaan surah beliau menurut saya sangat bagus. Ahhh, betapa saya sangat merindukan bangun sholat lail sekarang dan mendengarkan bacaan-bacaan yang indah.

Dari cerita diatas, kadang kita bingung bagaimana caranya mencapai sukses dengan segala apa yang kita miliki. Kita selalu merasa tidak cukup dengan apa yang ada sekarang. Kalau menurut saya, hidup itu pas. Tidak kurang, tidak lebih. Makan pas lapar, tidur pas lelah. Oleh karena itu, untuk melakukan semua itu kita harus senantiasa bersyukur. Bersyukur tidak hanya saat kesenangan datang. Tapi, disaat susahpun patutlah kita bersyukur. Karena tidak mungkin Allah memberikan cobaan diluar kesanggupan hamba-Nya.

Satu yang sangat saya garis bawahi dari cerita teman kakak kelas saya itu bahwa Jagalah sholatmu dan hiasi hari-harimu dengan tilawah Alquran.

Teringat saat salah satu asisten di laboratorium pernah bercerita

Di suatu hari, ada seseorang yang sedang berada dilantai atas suatu gedung. Kemudian ia ingin memanggil temannya yang berada dibawah. Kemudian ia melemparkan koin ke bawah agar temannya menengok keatas dan melihatnya. Tapi, diluar dugaan. Ketika koin telah ia lemparkan, temannya malah pergi. Ia pun kecewa melihat hal tersebut. Kemudian teman itu datang lagi, dan orang yang diatas melemparkan helm yang dipakainya dan membuangnya ke bawah. Alhasil, temannya itu langsung menegadah ke atas. Orang yang diataspun tersenyum karena temannya melihatnya.

Seperti itulah perumpamaan kita dan Allah. Kita diberi masalah agar kita selalu menghadapa ke atas, ke Rabb semesta Alam.

Untuk cerita yang selanjutnya, pada malam tanggal 2 kemarin saya dan teman kosan pergi ke suatu town square di kota ini. Saya sudah berniat untuk menonton movie Merry Riana. Awalnya, saya mengetahui Merry Riana dari media sosial karena katanya perjalanan hidupnya yang sangat menginspirasi. Saya bela-belakan menembus hujan untuk pergi ke bioskop menonton movie tersebut. Hehe

Movienya dimulai jam 9. Saya pergi makan dulu dengan teman. Jam 8 kami selesai makan dan jalan-jalan dulu sebelum ke theater. Saat jalan-jalan, saya melihat tas yang sangat cantik dan harganya pun sangat cantik hhhhh. Tapi, dasar cewek. Kalau datang kalapnya, semuanya pengen dibeli. Tapi, Alhamdulillah pada saat itu otak saya masih jernih. Saya mau bertanya dulu sama mamah kalo saya mau beli tas yang harganya tidak murah itu .-. Tapi, setelah selesai menonton movie Merry Riana, saya memutuskan untuk tidak beli tas tersebut.

Jam 9 kami sudah duduk di theater 4. Movie Merry Riana dimulai. Melihat pemerannya Chelsea Islan membuat saya sudah menaruh hi-expectations dengan film ini hehe.

Disini diceritakan Merry dan keluarganya adalah salah satu korban dari kondisi ekonomi Indonesia yang saat itu sedang memburuk. Merry kemudian ke Singapura dari hasil jualan barang-barang ayahnya. Ia hanya diberi uang berapa rupiah untuk kebutuhan hidup di Singapura. Karena ayahnya pikir, di Singapura Merry akan hidup bahagia dengan omnya. Namun, ternyata omnya adalah orang yang juga dikejar hutang. Hari-hari Merry di Singapura dimulai. Bagaimana ia mengatur keuangannya yang super pas-pasan, bagaimana ia mengatasi rasa lapar sehari-hari, bagaimana ia menghapus rasa letihnya akibat berjalan jauh setiap hari dalam menyelesaikan studinya, semua perjalanan pahit itu harus dipanggul seorang Merry Riana di usia relatif masih muda. Mungkin di film itu, Merry Riana berusia seperti saya.

Merry sadar bahwa ia harus kuliah dengan betul, tapi sadar juga bahwa ia harus sukses secepatnya. Ia juga tidak ingin menyusahkan orangtuanya dan membuat orang tuanya bangga. Maka sambil kuliah ia berpikir keras untuk melipatgandakan uang yang ia miliki, mulai dari bekerja menyebar brosur, ikut MLM, sampai main saham yang beresiko tinggi. Kondisi ekonominya pun naik turun . Masalah datang silih berganti. Tapi Merry selalu berusaha untuk terus maju. Dalam kesulitan di negeri orang, Merry juga berjuang untuk mewujudkan mimpinya.

Banyak yang bisa saya petik dari film ini

Ketika kita menghitung sesuatu mungkin kita akan menememukan kegagalan pada awalnya. Tapi dalam hidup, apa yang membuat kita sukses adalah bukan dari hitungan kita yang benar, tapi bagaimana kita menyelesaikan apa yang telah kita pilih.

Dan… uang itu penting, tapi uang bukan segala – galanya. Uang bisa membeli apa saja, tapi tidak bisa membeli kebahagiaan. Pada akhirnya, ketika kita telah berhasil melewati masa sulit dalam hidup, kita akan mengerti apa tujuan hidup kita sebenarnya.

Hidup itu adalah sebuah perjuangan yang harus kita menangkan, tantangan yang harus kita hadapi, dan Anugrah Tuhan yang harus kita syukuri

Merry tidak memiliki modal, koneksi, dan keahlian apapun. Namun dengan attitude yang positif, ketekunan, dan kerja keras yang luar biasa, Merry akhirnya berhasil membayar lunas semua utangnya dalam waktu 6 bulan dan mencapai kebebasan finansial 4 tahun setelah kelulusannya.

Satu brand baru yang saya dapat ketika keluar dari bioskop yaitu SHMILY. Pada bagian scene itu, sungguh sangat romantis, Kekuatan cinta bisa membuat seseorang maju dan memperoleh apa yang diinginkan.

Oh iya, hari ini kan 12 Rabiul Awal. Hari kelahiran tauladan seluruh umat. Sebaik-baik inspirasi kita. Semoga kita semua dapat Meneladani dan Mencontoh Karakter Diri Beliau
Ahhhh, sepertinya 2015 akan menjadi tahun yang baik walau tak dapat dipungkiri tahun ini adalah tahun ASEAN Economic Community. Selamat berjuang para pemuda-pemudi Indonesia🙂

What's on your mind?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s